Malam ini hujan mengguyur bumi, dinginnya angin malampun silih
berganti menusuk-nusuk tubuhku. Dalam sepinya malam ini aku sendiri tanpa satu
orangpun menemani ku.. Sungguh membosankan uch……. Ingin rasanya aku cepat
mengakhiri malam ini . aku pun menarik selimutku dan mulai memejamkan
mataku.waktupun berlalu mentari pagi mulai muncul dan tersenyum di upuk timur,
suara kokok ayam ayampun mulai terdengar nyaring di telingaku seakan-akan
mengajakku tuk segera sadar dari mimpiku. Aku pun mulai mengambil handuk dan
segera bersiap-siap untuk mengejar suasana baru di luar sana, maklumlah aku
tinggal disini baru kemarin sore…
Ketika aku menyelusuri setiap jalan ini aku melihat seseorang
di depan sana, aku rasa aku pernah mengenalnya….. wajah yang tak asing lagi
dimataku, kemudian diapun mendekatiku dan menyapaku “Ri….” Uch aku jadi makin
penasaran siapa sebenarnya pemuda yang sekarang berdiri dihadapanku ini, aku
pun tersenyum padanya.
“hai… kamu
Riri???? Kamu udah lupa ya sama aku?”
“ kamu siapa?
Apa kita pernah kenal sebelumnya?” jawabku heran.
Diapun mengulurkan tangannya “ Aku Dika, teman SMP mu dulu,
gimana kamu ingat?”
Akh ternyata Dika, orang yang dulu pernah aku sukai
“Dika???
Bagaimana mungkin aku melupakanmu, hanya saja kamu tampak jauh berbeda” jawab
ku
“akh itu hanya
perasaanmu saja, aku masih seperti dulu kok.. malah bagi ku kamu yang banyak
berubah makin cantik” ucapnya menggoda Akh aku jadi malu dibuatnya…..
“ Akhirnya
ketemu juga.. aku kangen sama kamu ka” ucap seorang gadis dan langsung memegang
tangan dika.
Akh pemandangan ini selalu saja menggangguku, tapi aku harus
tetap tersenyum agar dia tidak
mencurigaiku kalau ternyata aku masih menyukainya sampai saat ini.
“ Pacar mu ka?
Gak dikenalin nih ma aku?????” ucapku menggodanya. Dikapun menjawab malu ”
Bukan… dia Cuma teman aja “
“ Apa??? Teman?
Kamu sadar gak sih aku suka sama kamu ka, aku Alia kekasih Dika” ucapnya kesal
“ Ouh… Dika,
kamu gak boleh ngomong gitu bagaimanapun
juga dia pacar kamu, seharusnya kamu dapat menjaga persaan dia, ya udah aku
duluan ya, aku gak mau ganggu kalian berdua” kataku pelan
Akupun segera pergi dari tempat itu, seharusnya aku sadar
sampai kapanpun perasaanku ngga akan pernah dibalasnya walau bagaimanapun dia
tidak bisa menyukaiku seperti aku menyukainya. Aku harus bisa membuang
jauh-jauh perasaanku padanya, dia kini telah menjadi milik orang lain,
bertahun-tahun kumenantinya Akh tapi semua itu percuma .
Tak terasa
waktu cepat berlalu air mata terus menerus membasahi pipiku sehingga akupun
tertidur lelap. Satu minggu telah berlalu, akupun harus mencoba untuk melupakan
semua tentang Dika. Aku terkejut oleh suara dering hp ku ternyata Raka
sahabatku. “Halo?”
“Ri, aku dengar
kamu sekarang ada disini?” Tanya Raka
“ iya Raka”
jawabku
“ kenapa kamu
tidak pernah mengabariku?”
“ aku takut
mengganggumu”
“ Akh kamu ini,
mana mungkin aku merasa terganggu olehmu, kamu sekarang dimana Ri”
Akupun menjawab “ sudah seminggu ini aku diam saja dirumah “
“ Apa kamu gak bosan diam sendiri
dirumah?” Tanya Raka
“ya bosan sih”
“dari pada kamu diam di rumah bagaimana
kita jalan-jalan, lagian kita udah lama gak jalan bareng mau gak????”
“Hah? Jalan????? Hemz iya deh aku mau”
“ ya udah kamu siap-siap ya aku kerumahmu
sekarang, ntar kirimin aja alamatmu dimana”
“ iya” jawabku, rakapun mengakhiri telpon
nya .
Setelah itu aku dan Raka pergi berjalan-jalan ke taman.
Tempatnya sangat indah, udaranyapun sangat sejuk. Ketika aku bercerita kepada
Raka tentang kejadian satu minggu yang lalu diapun tertawa dan berkata “ Kamu
masih menyukainya? Dan kamupun masih mengharapkannya?”
Akupun menunduk, raka melanjutkan kata-katanya “ asal kamu tau
Alia memang bukan pacarnya Dika, gadis manis itu selalu saja mengejar-ngejar
Dika”
Akupun menjawab dengan nada heran “ Apa? Terus???”
“ siapa sih
yang gak suka sama Dika? Dika saat ini masih sendiri, masih banyak kesempatanmu
untuk mendapatkannya” goda Raka
Akupun tersenyum, aku berharap semoga apa yang dikatakan oleh
Raka itu benar, “sungguh?”
Rakapun menjawab” masa kamu gak percaya sama aku?”
Aku menjawab dengan malu “ iya aku percaya sama kamu “
Pandanganku
tertuju pada seseorang yang berjalan didepan sana, akupun bertanya pada Raka
“Aku rasa pernah melihatnya, tapi dimana ya?”
Aku melihat Raka tersenyum tetapi ia tidak menjawabnya. Aku
pun memukulnya pelan “kenapa? Apa kamu kenal sama dia?”
“kamu
benar-benar pelupa ya?? Baru seminggu udah gak ingat” ucap Raka
“ kamu meledekku?” kesal
“ Akh ngga kok, gitu aja ngambek dia Alia
orang yang hari itu membuatmu patah hati “ jawabnya.
Akupun terdiam dan kembali memperhatikan Alia sepertinya dia
ngga sungguh-sungguh dengan ucapannya hari itu, dia terlihat bahagia jalan
bersama laki-laki lain. Akupun segera mendatanginya tetapi Raka mencegahku
“kamu mau kemana?” Tanya Raka dengan nada pelan.
“ Aku ingin
bertanya gimana perasaan dia pada dika sebenarnya, apa salah?”
“ Akh ngga, tapi ingat jangan umbar
emosi”
Akupun mulai mendekati Alia dan menarik tangannya ” kamu yang
waktu itu ngobrol ma Dika kan? Ada urusan apa kamu sama aku?” ucap Alia kesal
“ kamu bilang kamu pacarnya Dika?, terus
kenapa sekarang kamu jalan dengan laki-laki lain?” tanyaku heran “Akh itu?
Memang aku menyukainya, aku begitu karna aku kesal padanya dia gak pernah bisa
menyukaiku, mungkin dia menyukai gadis lain” ucapnya.
Akupun segera menghampiri Raka tiba-tiba hp ku berdering dan
Rakapun bertanya padaku. “ Siapa Ri?”
Akupun menjawab “ ntahlah, aku tak mengenalnya “
“ angkat aja ,
siapa tau itu dika “ ucapnya menggoda
“ Akh mana mungkin dari mana dia tau no
ku?”
“gak da yang gak mungkin, angkat lah dulu
“ ucapnya tersenyum
Akupun mengangkat telpon itu dengan berharap itu benar-benar
Dika.
“ Halo?...”
“ Ri, apa
kabar? aku Dika, kemarin aku minta no mu sama Raka”
“ ouh Dika? Iya gak apa-apa, ada apa ka?”
“ Aku mau minta
maaf dan mau jelasin kejadian waktu itu”
“ sudahlah gak ada yang perlu dijelasin
kok”
“ jadi kamu percaya kata-kata Alia? Dia
bukan siapa-siapa dalam hidupku” ucapnya dengan nada cemas.
“ aku percaya
sama kamu”
“ sungguh??”
“ iya..”
“ciyeeeeeee…” ucap
Raka mengoda
“ disitu ada Raka?” Tanya Dika
“ iya”
“ kamu dimana?ada yang ingin aku
bicarakan sama kamu sekarang”
“aku ditaman
dekat rumah nihh, kamu kesini aja”
“tunggu ya
jangan pergi dulu” Dikapun memutuskan telpon
Mungkin dia sungguh-sungguh ingin datang kesini untuk
menemuiku, apa ya yang ingin dia bicarakan sama aku .
“ehemm janjian mau ketemuan nih?” Rakapun
kembali menggodaku, aku pun hanya bisa tersenyum kepadanya.
15 menit kemudian hp ku berdering,
ternyata Dika aku pun segera mengangkat telpon itu.
“halo???”
“kamu temannya Dika?”
Perasaanku pun mulai gak tenang rasa gelisah menghantuiku “iya
benar ada apa ya?”
Dengan nada pelan orang itu bicara “Dika sekarang ada dirumah
sakit dekat persimpngan jalan dekat taman, keadaannya pun sangat parah”
Air mataku pun
mengalir dan hp ku terjatuh dari tanganku, Raka yang melihatku pun terlihat
heran mengapa aku jadi begini, dengan suara terputus-putus dan terus menangis
aku berkata pada Raka “Dika kecelakaan, keadaannya sangat parah” Raka pun
terkejut, aku dan raka segera pergi kerumah sakit, akupun menggenggam erat
tangan Dika dengan menahan rasa sakit Dika pun berusaha untuk bicara padaku “ Ri, sebenarnya dari dulu aku
mencintaimu, maaf aku baru bilang sekarang, aku takut kamu menolak cintaku dan
menjauhiku”
Air mataku pun
semakin deras mengalir dipipiku
“ jaga dirimu
baik-baik, yakinlah aku kan selalu ada di dekatmu dan selalu untuk mu”
“ kamu bicara ap? Kamu harus bertahan aku
juga sangat mencintai mu”
“ Raka , aku titip Riri tolong jaga dia,
Ri aku sayang sama kamu aku gak mau melihatmu menangis, aku ingin selalu
melihat mu tersenyum”
“ kamu yang
harus jaga Riri, kamu yang dia cintai selama ini bertahanlah ka” ucap Raka.
Dikapun tersenyum, dan senyuman itu adalah senyuman yang
terakhir kalinya sebelum dia pergi untuk selamanya.
Mengapa baru
saja aku merasakan kebahagiaan ,sekarang aku harus merasakan kehilangan orang
yang aku sayang tuk kesekian kalinya.
Mungkin ini takdir hidupku, aku harus merelakannya aku yakin
dia kan selalu menantiku disana……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar